♫♫ GABUNG DISINI UNTUK SELALU DAPATKAN UPDATE BLOG ♫♫
♫♫ BLOG iNdOneSiA sAdJa MENYEDIAKAN DOWNLOAD MP3 DAN VIDEO INI HANYA SEKEDAR UNTUK REVIEW SAJA. UNTUK KEPEMILIKAN, BELILAH KASET / CD / VCD / DVD MP3 DAN VIDEO ORIGINALNYA ♫♫
♫♫ PROMOSIKAN GRUP MUSIK / BAND / GRUP DANGDUT dll MILIK ANDA DI BLOG INI. Silakan klik link PROMOSI INDIE ♫♫

26 May 2009

Belut Listrik

Setiap binatang punya cara unik untuk melindungi diri dari musuhnya. Beberapa jenis bahkan memiliki senjata ampuh, baik untuk berburu maupun untuk mengalahkan musuh. Salah satunya adalah belut listrik. Ia banyak ditemukan di daerah Amazon, Amerika Selatan. Panjangnya bisa mencapai 1-2 meter, dan beratnya bisa mencapai 20 kg. Uniknya, belut ini memiliki semacam panel-panel listrik sepanjang tubuhnya. Jumlahnya tak kurang dari 5.000 buah panel listrik. Tegangan listrik yang dihasilkannya pun bukan main-main, 500-600 volt. Sedangkan besaran arusnya mencapai 2 ampere. Maka, tak kurang dari 1.000 watt tenaga listrik bisa dihasilkan oleh hewan mirip ular ini. Bandingkan dengan satu buah batu baterai yang biasa kita pakai yang hanya bertegangan 1,5 volt.

Belut listrik (Electrophorus electricus) menggunakan ujung ekornya sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Dia bahkan mampu mengatur kekuatan panel-panel listrik pada tubuhnya untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar sesuai kebutuhannya.

Belut listrik mampu membunuh pemangsanya dengan memberi mereka kejutan listrik dari jarak 2 meter. Untuk itu, ia butuh energi yang besar. Tapi tak butuh waktu lama untuk menghasilkan listriknya, cukup dua hingga tiga per seribu detik. Sedangkan untuk kebutuhan navigasi, belut listrik cukup memakai energi listrik yang kecil.

Sungguh, sebuah sistem yang sangat luar biasa dari seekor belut. Ia tentu tak mengenal ilmu kelistrikan. Namun, bagaimana ia bisa mengatur besaran tegangan dan arus listrik? Bagaimana cara ia menyerang musuhnya, tanpa membahayakan diri dan ikan di dekatnya? Bahkan, bagaimana ia bisa tahu bahwa tubuhnya bisa menghasilkan listrik?

Inilah salah satu keajaiban mengagumkan tentang penciptaan si belut itu sendiri. Sistem ini sanagat rumit dan tidak mungkin dijelaskan perkembangan setahap demi setahap. Dengan kata lain, tak mungkin kemampuan si belut tersebut muncul dari hasil evolusi. Bukankah hanya dia yang punya sistem listrik, sementara hewan lain yang hidup satu ekosistem dengannya tak punya kemampuan ini?

Yang terjadi adalah belut telah diciptakan secara sempurna, lengkap dengan kemampuan hebatnya. Adalah Allah Sang Maha Pencipta yang telah membentuknya dengan desain dan kreativitas maha tinggi.

sumber http://rudyhartadi.web.id/


iNdOneSiA sAdJa




Thomas Alfa Edison boleh dianggap ilmuwan terbesar dalam sejarah manusia. Ratusan penemuan telah ia patenkan. Salah satu yang terpenting adalah penemuan bola lampu yang menjadikan manusia mengenal penerangan dari listrik. Kini, jutaan bola lampu mungil bersama-sama menerangi kota-kota besar di seluruh dunia. Namun, jauh sebelum Thomas Alfa Edison menyalakan lampu pertamanya, alam telah memiliki makhluk-makhluk yang bercahaya. Dialah kunang-kunang (Photuris Lucicrescens), serangga kecil yang bercahaya di waktu malam.

Meski tubuhnya bercahaya, kunang-kunang sama sekali tak merasakan panas. Bandingkan dengan nyala bola lampu. Jika kita memegang bola lampu yang sedang menyala, niscaya tangan kita seperti memegang benda yang sedang terbakar, panas. Ya. Sebab, sinar bola lampu berasal dari filamen yang dialiri arus listrik. Karena arus yang mengalir melebihi kekuatan filamen, maka filamen tersebut akan terbakar. Maka tak heran jika 90 persen energi listriknya berubah menjadi panas, dan hanya 10 persen yang menjadi cahaya.

Sebaliknya, kunang-kunang sangat efektif. Kunang-kunang mampu mengeluarkan cahaya tanpa mengeluarkan panas. Artinya, kunang-kunang menggunakan 100 persen energi yang dibutuhkan untuk membuat cahaya. Inilah desain sempurna pada sistem penghasil cahaya yang dimilikinya.

Kunang-kunang mampu menghasilkan hampir seratus persen cahaya dari energi yang ada. Ini dikarenakan disain sempurna pada sistem penghasil cahaya yang dimilikinya. Tubuhnya berisi zat kimia khusus bernama lusiferin, dan enzim yang disebut lusiferase. Untuk menghasilkan cahaya, dua zat kimia ini bercampur, dan percampuran ini menghasilkan energi dalam bentuk cahaya. Molekul kompleks ini telah didisain secara khusus untuk memancarkan cahaya.

Penempatan setiap atom yang membentuk molekul tersebut telah ditentukan sesuai dengan tujuan ini. Tidak ada keraguan bahwa disain biokimia ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia sengaja diciptakan secara khusus. Sebagaimana Allah telah memberi semua makhluk hidup ciri mereka masing-masing, Dia juga telah mengajarkan kunang-kunang cara membuat cahaya.

Tidak ada keraguan bahwa desain biokimia ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia sengaja diciptakan secara khusus. Sebagaimana Allah telah memberi semua makhluk hidup ciri mereka masing-masing. Dia juga telah mengajarkan kunang-kunang cara membuat cahaya.

Untuk apakah kunang-kunang membuat cahaya ini? Tentu bukan tanpa alasan Allah menciptakan kunang-kunang yang bercahaya. Cahaya ini digunakan kunang-kunang untuk berkomunilasi satu sama lain. Kunang-kunang jantan menyalakan dan memadamkan cahayanya untuk mengirim pesan kepada sang betina. Pesan ini berisi kode tertentu. Dan kunang-kunang betina menggunakan kode yang sama untuk mengirim pesan balasan kepada sang jantan. Sebagai hasil dari pesan timbal-balik ini, sang jantan dan betina mendekat satu sama lain.

Kunang-kunang tak pernah belajar kode ini. Ia mendapatkannya dari ilham penciptanya.

�Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik, bertasbihlah kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.� (QS Al-Hasyr:24)
sumber :
http://rudyhartadi.web.id/


iNdOneSiA sAdJa




25 May 2009

Matahari mulai tenggelam, warna jingga menghiasi cakrawala. Dari jendela kamarku yang berlapis kaca bening, aku menikmati suasana senja desa ini yang indah seperti hari-hari sebelumnya.

”Sam,” panggil Paman Horton dari ambang pintu kamar. ”Nanti malam bulan purnama, aku bersama Inspektur Paul akan berpatroli di sekitar desa, kau jaga diri baik-baik dirumah,” katanya padaku. ”Samuel, jangan lupa kunci semua pintu, selain aku jangan biarkan siapapun masuk,” tambah Paman Horton sebelum berpaling.

”Paman,” kataku menghentikan langkahnya. ”Benarkah serigala jadi-jadian itu memang benar-benar ada?” Paman Horton kembali menatapku. ”Kau tahu sendiri kan? Bulan lalu tiga orang warga desa kita tewas diterkam oleh serigala jadi-jadian itu,” Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan pamanku itu. Tapi dalam hati aku masih meragukan jika kejadian bulan lalu merupakan bukti kebenaran dari mitos desa ini.

”Malam ini aku punya firasat buruk, sebaiknya Paman tinggal saja dirumah,” kataku. ”Sam, kau harus mengerti, Pamanmu ini adalah kepala desa disini, jadi akulah yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi didesa ini,” Paman Horton menghampiriku kemudian menepuk bahuku. ”Jika kau sudah dewasa dan masih tinggal di desa ini, kaulah yang akan menjadi penerusku Samuel,” Aku menunduk, tak tahu harus menjawab apa.

”Mr. Horton,” seru seorang berseragam polisi dari depan pintu kamarku. ”Sebaiknya kita segera berangkat Sir,” tambahnya kemudian. ”Salah seorang anak buah saya menemukan sebuah gua kecil ditepi hutan, yang disinyalir itu merupakan tempat persembunyian mahluk buruan kita,” Paman Horton mengerutkan keningnya mendengar penjelasan polisi itu. ”Baiklah,” Akhirnya dia berguman.

”Nah Sam, berhati-hatilah dirumah, jangan lupa mengunci semua pintu dan jendela,” Setelah mengacak-acak rambutku Paman Horton bergegas mengikuti langkah polisi itu sambil menenteng senapan tuanya. ”Paman, jaga dirimu,” ucapku lirih.

Jam dinding ruang tamu berdentang sebelas kali saat aku mulai menutup lembaran terakhir majalah yang ada dipangkuanku. Aku menguap lebar menahan kantuk yang mulai menyerang. Malam ini begitu hening, tampaknya diluar sana tidak terjadi apa-apa. Aku menghembuskan nafas lega, semoga saja alam ini memang tidak terjadi apa-apa didesa ini.


Aku beranjak bangkit dari tempat tidur, setelah menaruh majalahku keatas meja, kubuka tirai jendelaku yang kotor penuh debu. Pemandangan diluar sangat gelap dan menakutkan, aku tidak dapat membayangkan dimana dan sedang apa Paman Horton bersama para aparat desa itu. ”Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan mereka,” Aku berkata pelan.


Paman Horton adalah satu-satunya krabatku didesa ini, sementara kedua orang tuaku sudah delapan tahun berada di timur tengah untuk suatu penelitian, mereka adalah seorang arkeolog. Aku sungguh tak tahu, jika sampai terjadi hal yang buruk dengan pamanku, entah dengan siapa lagi aku harus tinggal.


Aku mengibaskan kepalaku saat pikiran=pikiran buruk mulai berseliweran didalamnya. Mungkin sebaiknya aku tidur, kataku dalam hati. Aku kembali berpaling hendak melangkah menuju tempat tidur saat tiba-tiba muncul perasaan aneh dalam diriku. Jantungku berdegup kencang, serentak aku berbalik kearah jendela. Keringat dingin mengalir dari sekujur tubuhku, apa yang terjadi? Jantungku berdegup semakin tak teratur.


Mataku menyapu kedalam kegelapan malam dari balik jendela kamar yang berlapis kaca tipis itu, dan pandanganku berhenti pada satu titik cahaya dilangit, sebuah bulan purnama. Mataku dengan liar menatap cahaya bulan yang menyala redup. Tubuhku mulai terasa panas, kulitku terasa perih, hingga akupun jatuh berlutut didepan jendela. Sementara mataku masih tetap tertuju pada bulan yang menyala jingga di langit.


Aku mulai merasakan sesuatu pada tubuhku, suatu perubahan yang besar. Bulu-bulu hitam mulai tumbuh disekujur tubuhku. Kini aku percaya bahwa mitos itu memang benar, serigala jadi-jadian itu memang benar-benar ada. ”Roaar!!” aku meraung keras saat tubuhku menerpa kaca jendela kamarku hingga hancur berkeping-keping.


Aku berdiri diatas empat kakiku dengan garang, ekorku meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan. ”Roaar!!!” Dari halaman rumah pamanku yang luas aku kembali meraung keras sambil menatap bulan purnama. Aku merasakan rasa lapar yang luar biasa, kenudian aku berlari kearah hutan untuk mencari mangsa.


iNdOneSiA sAdJa




;;


Kembali ke halaman muka Mohon untuk selain admin untuk jangan klik disini!! PROMOSIKAN GRUP MUSIK / BAND / GRUP DANGDUT dll MILIK ANDA DI BLOG INI. Klik Aku donK!!